 | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Adhitya Mulia, Alaya S, Iman H, Ninit Y. |
TRAVELERS' TALE Belok Kanan: BARCELONA
Pernah baca ‘Travelers’ Tale”? Itu semacam cerita-cerita ringan yang lucu yang menjadi teman perjalanan paling mengasyikan untuk penerbangan yang panjang. Misalnya, ”Travelers’ Tales” by Nury Vittachi, kolumnis Majalah FEER (Far Eastern Economic Review). Tapi ini jenis “Travelers’ Tale” yang agak berbeda.
Sabtu malam kemarin, 5 Mei 2007, kembali saya mampir ke Gramedia MKG. Ini memang tempat ‘pelarian’ favorit setiap kali ke Mall. Nyaris setiap bulan, paling kurang 1-2 kali saya ke Gramedia atau TGA, lihat-lihat ada buku baru, bagus dan tidak terlalu mahal. Kali ini saya menemukan bukan hanya 1 buku, tapi sekaligus beberapa buku bagus. Salah satu diantaranya adalah dengan judul di atas.
”Belok Kanan: Barcelona” bukanlah semacam buku cerita perjalanan biasa seperti karya Nury Vittachi. Bukan juga sejenis kumpulan cerita pendek dan ringan yang dapat dibaca sambil lalu, dan ketika masuk episode berikut, Anda sudah masuk ke topik berbeda. Tapi aslinya ini sebuah novel! Dan ini adalah novel Indonesia pertama yang mengajak pembacanya mengelilingi dunia! Bayangkan novel setebal 228 halaman ini memperkenalkan paling kurang 17 negara dengan sekitar 20 kota sebagai latar belakang cerita dari ke empat tokoh utamanya. Seingat saya, novel-novel karya Sydney Seldon juga mengajak pembacanya bepergian ke berbagai negara dengan jet pribadi, yacht dll, mengikuti perjalanan tokoh-tokoh utamanya. Tapi jelas tidak ada yang lebih dari 17 negara dan 20 kota!
Sebagai sebuah novel, alur ceritanya cukup sederhana. Alkisah, empat orang bersahabat sejak kecil. Di masa SMA mereka saling jatuh cinta, tapi ada yang tidak pernah tersampaikan. Francis jatuh cinta kepada Retno, tapi ditolak karena alasan perbedaan kepercayaan. Sementara itu, Farah memendam cinta kepada Francis, tapi tidak pernah berani mengatakannya. Dan masalah makin rumit karena Jusuf, sahabat karib lainnya, diam-diam justru sangat menyayangi Farah. Singkat cerita, mereka kemudian masing-masing kerja di negara yang berbeda. Francis di Kansas City-A.S., Farah di Hoi An-Vietnam, Retno di Copenhagen- Denmark dan Jusuf di Cape Town- Afsel. Sampai suatu ketika, Francis mengirim sepotong email ke mereka bahwa dia akan menikah dengan seorang gadis Katalunya di Barcelona. Sahabat-sahabat karib inipun lalu berjanji akan ketemu di Barcelona. Tempat pertemuan ditentukan di Starbucks Cafe, La Rambla. Dengan perjalanan penuh lika-liku, keempatnya pun akhirnya ketemu di Starbucks. Lalu bagaimana selanjutnya? Ah, pesan dulu 1 hot-latte, sudah itu.... sebaiknya baca saja novel ini!
Yang menarik dari buku ini bukan hanya pada ceritanya yang asyik dibaca, seperti kata Wimar Witoelar. Tapi, juga pada observasi yang harus dilakukan para penulis ketika menyusun buku ini. Kisah cintanya mungkin saja fiksi, tapi cerita soal kota-kota di dalamnya adalah fakta. Para pembaca seolah-olah diajak mengikuti perjalanan dari sang tokoh menyeberang lautan, melintasi benua, dari satu negara ke negara lain. Kota-kota itu merentang dari Asia, Afrika, Amerika sampai Eropa. Kota-kota itu antara lain: Hoi An- Vietnam, Cape Town- Afsel, Casablanca- Maroko; Kansas City, New York, Miami- A.S.; Copenhagen- Denmark, Amsterdam- Holland, Budapest- Hungaria, Vienna- Austria, Paris- Perancis dan Barcelona- Spanyol.
Lalu di sela-sela kisah perjalanan mereka selalu terselip beberapa ’travel tips’, layaknya sebuah buku ’culture shock’ atau ’travel guide’. Misalnya, ada tips soal: airport transit, mengatasi jet lag, back pack, security (bagaimana kalau paspor hilang) dan sebagainya. Jadi wajar kan, kalau saya katakan: sebuah novel dengan ‘added-values’ untuk calon pelancong.
Yang juga unik, buku terbitan Gagas Media ini, ditulis oleh 4 orang penulis muda berbakat. Mereka adalah: Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat dan Ninit Yunita. Nama terakhir ini juga telah melahirkan beberapa novel ’best seller’ lainnya, seperti; ”Heart”, ”Mendadak Dangdut”, dll, yang juga telah dibuat film layar lebarnya. Dan dengan harga yang dibanderol sekitar Rp 40,000 (?), saya rasa novel ini sangat layak untuk dibaca, dikoleksi dan jadi teman perjalanan, khususnya bagi Anda yang gemar berpetualang.
Jakarta, 07 Mei 2007
P.S. Thanks ke salah satu teman MP yg pertama kali menyebut nama novel ini sekilas, sayang saya lupa lagi di mana membacanya.
  | citra wrote on May 7, '07 hehhehehe. gue blm baca, dan sampe skrg msh agak nahan buat beli. menarik secara setting lokasinya beragam banget .. tp katanya kalo diliat lewat story-linenya, cenderung terlalu sederhana .. tapi kayaknya pasti bakal beli juga sih ntaran :)) |
 | assssyiiiilkkkkkkk beli dehhhhhhh .... makasih infonya ya bang ...... |
 | citra wrote on May 8, '07 Hanya sempat lihat hal.iklan novel tsb ditulis oleh Ninit Yunita.  ninit yunita itu istrinya adhitya mulya .. adhitya mulya itu yg ngarang jomblo, gege mencari cinta, dll dan ninit yunita itu ngarangnya novel testpack (sumpah bagus banget!), kok putusin gue, dan kerjasama dengan penulis laen bikin novel seri kamar cewek (kalo ga salah ya)
dua-duanya emang menarik kok nulisnya .. kocak .. jujur .. sederhana .. tapi kena (khususnya yg novel testpack .. huhuhuhuhuh)
|
 | thx for the excellent review! |
 | thanks for the review pak. rgds. |
 | ninit wrote on Jun 7, '07 makasih udah direview :-) |
 | sounds like a great novel. thanks for the review. hope i can find it where i am. kalo tidak, terpaksa turun ke jakarta untuk mendapatkannya. |
 | ini mengingatkan saya pada tiga serangkainya romo mangun, yaitu studi yang harus di lakukan ketika menyusun cerita. Bukan mentang2 bikin novel trus ngarang seenak udel yah? anyway, kamu ini posnya di mana sih riel? aku mau ke barcelona nih september, ada saran? |
 | allo salam kenal
:)
CIAO ITALIA! unmacchiato.blogspot.com |
| |